PERANAN PENDIDIKAN JASMANI DALAM UNSUR KEHIDUPAN MANUSIA

  • by

Setiap manusia yang hidup di dunia telah dikaruniai berbagai macam kemampuan untuk digunakan dalam upaya mempertahankan kelangsungan hidupnya. Manusia memiliki kemampuan untuk berfikir guna memecahkan permasalahan yang ditemukan dalam kehidupan. Manusia memiliki kemampuan berinteraksi sehingga menumbuhkan sikap yang akan dijadikan tata aturan dalam interaksinya dengan manusia yang lain. Manusia juga dianugerahi kemampuan untuk bergerak guna “melawan” fenomena alam dan lingkungan untuk dapat bertahan hidup. Hal tersebut tentu didapatkan oleh manusia melalui tahapan-tahapan dalam proses kehidupannya sehingga manusia menemukan pola untuk melangsungkan hidup hingga manusia tersebut meninggalkan dunia pada akhirnya. Sejarah peradaban manusia menyebutkan bahwa manusia telah melewati beberapa fase kehidupan dalam upayanya bertahan hidup yang dimulai dari masa berburu dan meramu hingga masa era digital saat ini.

Salah satu kemampuan yang dimiliki oleh manusia adalah kemampuan bergerak. Manusia bergerak untuk menunjang upanyanya dalam memenuhi kebutuhan hidup. Fungsi dari gerak manusia salah satunya adalah untuk memicu terjadinya sistem metabolic di dalam tubuh untuk meningkatkan kapasistas kebugaran fisik. Hal tersebut tentu menjadikan gerak sebagai aktifitas yang dibutuhkan oleh manusia. Memenuhi akan kebutuhan tersebut beberapa upaya telah dilakukan oleh manusia. Berbagai macam aktifitas gerak dilakukan oleh manusia guna meningkatkan kapasitas kebugaran fisiknya. Gerak yang dilakukan tentunya tidak hanya sebatas gerak yang tanpa keteraturan, namun gerak yang terstruktur secara sistematis dan memiliki tujuan, salah satunya untuk meningkatkan kebugaran jasmani. Olahraga merupakan suatu aktifitas yang dipilih oleh manusia dalam upayanya memenuhi hal tersebut. Giriwijoyo (2005:30) mengatakan bahwa olahraga adalah serangkaian gerak raga yang teratur dan terencana yang dilakukan orang dengan sadar untuk meningkatkan kemampuan fungsionalnya. Selain itu menurut International Council of Sport and education yang dikutip oleh Lutan (1992:17) bahwa “Olahraga adalah kegiatan fisik yang mengandung sifat permainan dan berisi perjuangan dengan diri sendiri atau perjuangan dengan orang lain serta konfrontasi dengan unsur alam”. Maka sangat sesuai apabila manusia memilih media olahraga sebagai upayanya dalam memenuhi kebutuhan akan geraknya dikarenakan adanya sebuah akktifitas yang terstruktur dan sistematis yang memiliki tujuan berjuang melawan diri sendiri, orang lain dan konrontasi dengan alam. Hal tersebut sangat menunjang kelangsungan hidup dari manusia itu sendiri.

Manusia bergerak tentu tidak hanya sebatas memenuhi akan kebutuhan jasmaniahnya saja, melainkan dengan bergerak tersebut manusia akan berinteraksi dengan alam, lingkungan serta manusia yang lain. Tidak hanya kebutuhan akan kebugaran jasmaniah tetapi dengan keadaan jasmaniah yang bugar tersebut memungkinkan manusia beriteraksi dengan alam, lingkungan dan juga dengan manusia yang lain. Manusia merupakan makhluk sosial yang tidak akan bisa hidup tanpa ada manusia yang lain. Segala bentuk fenomena sosial akan terjadi ketika manusia saling bertemu satu sama lain. Proses, Interaksi, konflik serta Pengendalian sosial akan terjadi selama manusia hidup. Perjuangan melawan alam juga akan dilakukan oleh manusia dimana manusia tersebut berada. Hal tersebut tentu membutuhkan sebuah kapasitas jasmaniah dan rohaniyah yang baik dari manusia guna melalui hal tersebut dengan baik dalam kehidupannya. Pendidikan Jasmani merupakan salah satu wadah bagi manusia untuk memenuhi kebutuhan akan hal tersebut di atas.

Definisi Pendidikan Jasmani ialah pendidikan yang mengaktualisasikan potensi aktivitas manusia yang berupa sikap tindakan dan karya untuk diberi bentuk, isi, dan arah menuju kebulatan kepribadian sesuai dengan cita-cita kemanusiaan. Pendidikan Jasmani merupakan terjemahan kata demi kata dari Negara barat: Lichamelijke opvoeding-Physical Education-Physique Libes Erziehung. Selain itu, istilah pendidikan jasmani di Amerika Serikat berawal dari istilah gymnastics, hygiene, dan physical culture Siedentop (1972). Di tanah air, istilah pendidikan jasmani berawal dari istilah gerak badan atau aktivitas jasmani. Dalam perjalanan sejarah juga pernah mengalami istilah pendidikan olahraga, pendidikan jasmani kesehatan rekreasi, pendidikan jasmani kesehatan, sebelum kembali pada istilah pendidikan jasmani. (KBBI, 1989). Jasmani adalah tubuh atau badan (fisik). Namun yang dimaksud jasmani di sini bukan hanya badan saja, tetapi keseluruhan (manusia seutuhnya), karena antara jasmani dan rohani tidak dapat dipisahkan. Jasmani dan rohani merupakan satu- kesatuan utuh yang selalu berhubungan dan selalu saling berpengaruh. Menurut BSNP (2006) Pendidikan Jasmani, Olahraga dan Kesehatan merupakan bagian integral dan sistem pendidikan secara keseluruhan, bertujuan untuk mengembangkan aspek kebugaran jasmani, keterampilan gerak, keterampilan berfikir kritis, keterampilan sosial, penalaran, stabilitas emosional, tindakan moral, aspek pola hidup sehat dan pengenalan lingkungan bersih melalui aktifitas jasmani, olahraga, dan kesehatan terpilih yang direncanakan secara sistematis dalam rangka mencapai tujuan pendidikan nasional. Menurut Dwiyogo (2010) Pendidikan Jasmani adalah aktivitas fisik yang berorientasi pada tujuan pendidikan, yaitu mencoba melakukan kegiatan mendidik melalui aktifitas fisik berupa Play, Games dan Sport. Hal tersebut senada dengan pendapat Bucher and Wuest (1991) bahwa pendidikan jasmani adalah proses perubahan perilaku yang memiliki tujuan untuk meningkatkan kinerja manusia melalui aktifitas fisik yang disesuaikan dengan tujuannya. Dari paparan pendapat para ahli di atas dapat disimpulkan pendidikan jasmani adalah suatu bagian integral dari keseluruhan proses pendidikan seseorang sebagai perorangan atau anggota masyarakat yang dilakukan secara sadar dan sistematik melalui berbagai kegiatan jasmani untuk memperoleh pertumbuhan jasmani, kesehatan dan kesegaran jasmani, kemampuan dan keterampilan, kecerdasan dan perkembangan watak serta kepribadian yang harmonis dalam rangka pembentukan manusia yang berkualitas.

Menurut Annarino (1980) Tujuan Pendidikan Jasmani meliputi empat aspek yaitu : (1) domain fisik; kekuatan, daya tahan otot, daya tahan kardiovaskuler & kelentukan, (2) domain psikomotor; kemampuan perseptual-motorik, dan keterampilan gerak dasar, (3) domain kognitif; pengetahuan, kemampuan dan keterampilan intelektual, (4) domain afektif;  perkembangan personal, sosial dan emosional. Sedangkan menurut Bloom (1985) terdapat tiga aspek dalam pendidikan jasmani yaitu : (1) domain kognitif; pengetahuan, kemampuan dan keterampilan intelektual, (2) domain afektif;  perkembangan personal, sosial dan emosional. (3) domain psikomotor; (1) mempersepsi, (2) membuat pola, (3) menyesuaikan, (4) menyempurnakan, (5) memvariasi, (6) improvisasi, dan (7) merangkai (composing). Jadi dapat disimpulkan bahwa pendidikan jasmani mempunyai tujuan untuk meningkatkan aspek fisik, psikomotor, kognitif dan afektif manusia.

Pendidikan jasmani memiliki peranan penting dalam unsur kehidupan manusia. Pendidikan jasmani memberikan kemampuan manusia untuk bergerak secara baik sehingga mampu melawan alam tempat manusia tersebut hidup. Perilaku gerak dari manusia juga dapat berubah menuju ke arah yang lebih baik sesuai dengan fase pertumbuhan dan perkembangan geraknya. Pendidikan jasmani juga membentuk manusia secara seutuhnya, dalam aktifitasnya memungkinkan manusia memaksimalkan kapasitas berfikir untuk memecahkan permasalahan fenomena gerak sehingga terbentuk sebuah gerakan yang efektif yang efisien. Pendidikan jasmani yang di dalamnya menggunakan olahraga sebagai medianya memungkinkan bertemunya antara manusia satu dengan manusia yang lain sehingga akan memunculkan proses, interaksi serta pengendalian sosial. Pada saat terjadinya interaksi tersebut manusia akan mulai menentukan pola interaksi antar sesama manusia. Manusia akan menentukan bagaimana bersikap ketika menghadapi manusia yang lain. Perkembangan personal, sosial dan emosionalnya akan terbina secara baik. Pada akhirnya pendidikan jasmani tidak akan bisa dipisahkan dari kehidupan manusia.

Penulis: Dona Sandy Yudasmara

Leave a Reply