PELATIHAN PEMBUATAN MATERI LATIHAN INTERAKTIF UNTUK PELATIH ANAK USIA DINI PADA MASA PANDEMI COVID19

0 Comments

 

Rendahnya aktivitas fisik pada anak usia dini merupakan hal penting yang harus kita perhatikan. Kenyataannya banyak orang tua yang sengaja memberikan dan membiarkan anak-anak mereka bermain gadget (usia 4-6 tahun) yang seharusnya belum layak menggunakan gadget dengan alasan supaya anak duduk tenang dan tidak rewel. Bahkan riset, penelitian dan kenyataan yang ada anak menjadi malas bergerak dan beraktivitas, mereka lebih memilih menghabiskan waktu untuk diam didepan gadget dan menikmati dunia yang ada didalam gadget tersebut. WHO merekomendasikan latihan minimal 60 menit perhari. Untuk mengantisipasi hal tersebut selama pandemi, guru harus kreatif merancang media pembelajaran yang menarik untuk anak dan bisa digunakan oleh orang tua dalam memberikan pendampingan kepada anak selama melakukan aktifitas fisik di rumah.

Masih banyak orang tua yang belum memahami bagaimana memberikan pendampingan latihan kepada anaknya selama dirumah. Dan guru ataupun fasilitator berkewajiban untuk memberikan panduan serta rambu-rambu latihan kepada para orang tua. Dengan merancang program yang menarik diharapkan mampu menstimulus orang tua dan anak untuk tetap melakukan aktifitas fisik. Dengan tetap melakukan aktifitas fisik yang cukup maka anak usia dini akan memiliki imun yang baik untuk menghadapi pandemi covid19 ini. Aktivitas fisik berpusat pada kebutuhan anak, yaitu pendidikan yang berdasarkan pada minat, kebutuhan, dan kemampuan anak. Progam aktivitas fisik sangat penting untuk memfasilitasi pertumbuhan dan perkembangan anak secara optimal dan meyeluruh sesuai dengan norma-norma dan nilai kehidupan yang di anut. Progam aktivitas fisiknya pun harus disesuaikan dengan karakter perkembangan anak yang masih dalam taraf bermain. Dikatakan aktivitas fisik yang baik yaitu saat progam latihan yang dirancang sesuai dengan usia dan karakteristik anak.

 

Peserta kegiatan adalah Fasilitator Kinder Movement Indonesia yang berjumlah 30 orang. Metode kegiatan yang dirancang yakni: (1) analisis permasalahan latihan fisik anak usia dini Kota Malang, (2) Pre test sebelum pelatihan (25 butir soal), (3) pelatihan kondisi fisik, (4) post test setelah pelatihan (25 butir soal). Pelatihan dilakukan selama 2 hari pada tanggal 2 – 3 oktober 2020 dengan total 16 jam pertemuan (JP). Pelatihan dilakukan secara dalam jaringan (daring) dan luar jaringan (luring), dimana kegiatan luring memperhatikan protokol kesehatan standart covid-19. Materi yang diberikan dalam kegiatan pelatihan ini meliputi: (1) perkembangan fisik anak, (2) belajar motorik anak, (3) latihan dan bermain, (4) evaluasi latihan fisik anak dan (5) penyusunan program latihan fisik interaktif untuk anak usia dini.

 

Pemateri dalam kegiatan ini yaitu Dr. Imam Hariadi, M.Kes dan N. R. Fadhli, S.Pd., M.Or. yang merupakan Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan Universitas Negeri Malang. setelah mendegarkan pemaparan materi dari narasumber  peserta pelatihan membuat rancangan latihan kondisi fisik interaktif untuk anak usia dini dipandu oleh pemateri. Hasil dari pembuatan rancangan program latihan kondisi fisik interaktif untuk anak usia dini dipresentasikan dan didiskusikan untuk memberikan pendalaman terhadap materi yang telah disampaikan. Kegiatan terakhir adalah peserta melakukan post test yang bertujuan untuk mengetahui tingkat pemahaman terhadap materi yang telah disampaikan.

 


Leave a Reply

%d bloggers like this: