Pelatihan Mental Skills untuk Atlet Pencak Silat Pelajar: Pentingnya Mengenali Diri Supaya Percaya Diri

Mental skills mutlak diperlukan seorang atlet yang ingin berprestasi, termasuk para atlet pencak silat. Mental skills adalah seperangkan kemampuan psikologis unggul yang meliputi pengelolaan motivasi, manajemen atau pengelolaan stress, pengelolaan energi, konsentrasi dan kepercayaan diri (Burton & Raedeke, 2008; Fletcher & Sarkar, 2012). Namun bukan hanya untuk berprestasi olahraga, penguasaan mental skills juga bermanfaat untuk mengembangkan kepribadian, kesadaran diri dan menunjang kesuksesan masa depan (Vealey, 2007). Dengan demikian, penguasaan terhadap mental skills ini penting untuk dikuasai, termasuk atlet pencak silat pelajar.

Kabar baiknya, mental skills dapat dilatih dan dipelajari oleh setiap orang. Menyadari pentingnya mental skills, para peneliti psikologi Olahraga di Jurusan PKO FIK UM bekerjasama dengan pelatih Kelas Keberbakatan Olahraga SMU Negeri 1 Turen melaksanakan kegiatan Pelatihan Mental skills untuk atlet pelajar pencak silat. Pelatihan dilaksanakan secara online dan offline antara bulan Oktober hingga November 2021, dengan melibatkan 14 atlet pelajar, dimana mereka mendapatkan wawasan tentang aspek-aspek mental skills yang penting.

Proses pelatihan sendiri diawalli dengan serangkaian assessment kebutuhan, dengan tujuan untuk mengetahui aspek apa yang sangat dibutuhkan untuk dikembangkan oleh para atlet pelajar. Assesment ini sendiri dilakukan selama dua tahap, yaitu melalui survey secara online dan menggunakan alat ukur psikologis untuk mengeathui performa unggul dalam olahraga, ACSI-28 (Athletic cOping stress inventory-28). Hasli dari kedua assessment itu kemddikan digunakan sebagai pertimbangan untuk mengembangkan pelatihan mental skills yang sesuai untuk mereka. Hal ini dikarenakan kebutuhan setiap kelompok latihan, kelompok usia, bahkan di setiap kelompok latihan dapat berbeda-beda, hingga agar pelatihan efektif, perlu diawali dengan pengumpulan data terlebih dahulu.

Hasil assessment tersebut menyimpulkan bahwa permasalahan sebagian besar atlet-atlet pencak silat pelajar meliputi : (1) kurangnya kepercayaan diri; (2) kesulitan menanggulangi kecemasan; serta (3) Bagaimana melakukan perencanaan karier masa depan. Ketika tema tersebut kemudian diolah menjadi sebuah bahan pelatihan mental skills khusus; diiringi dengan anjuran kepada para atlet pelajar untuk rajin menulis catatan harian untuk memantau progress diri sendiri.

Gambar 1 & 2: Para pesilat pelajar ketika menerima seminar kit untuk pelatihan mental skills. Diharapkan dengan rajin mencatat memantau perkembangan diri, kepercayaan diri yang kokoh dapat ditumbuhkan.

Kepercayaan diri menjadi sesuatu yang vital pada masa remaja, dan hal tersebut ternyata juga menjadi sesuatu yang penting bagi para atlet pelajar. Meskipun mereka bangga dengan identitas sebagai atlet, namun krisis percaya diri masih ada, ditambah apabila latar belakang keluarga bukan berasal dari status sosial tinggi. Dengan kesibukan latihan, tidak jarang mereka merasa tertinggal secara akademis atau merasa terkucil dari teman-teman sebaya. Di sesi yang membahas tentang selu-beluk percaya diri, para atlet diarahkan untuk sedalam-dalamnya mengenali potensi diri untuk mengenali hal-hal positif dalam diri mereka. Diharapkan hal itu dapat memberikan dasar yang kuat untuk membentuk rasa percaya diri mereka.

Di materi kedua, para peserta diberikan pengetahuan tentang kecemasan dan bagaimana mengelolanya, sekaligus diajarkan bagaimana mengelola energi ketika akan bertanding. Kecemasan pada umumnya mulai muncul dua minggu sebelum event dan akan meningkat tinggi dua jam sebelum bertanding. Para atlet pelajar dilatih untuk mengenalinya, dan diberi pengetahuan cara-cara untuk mengatasinya melalui berbagai strategi.

Pada materi ketiga, peserta akan diberi materi pemebakalan mengenai bagaimana merencanakan karier mereka ke depan. Sedari dini para atlet harus disadarkan kalau masa keemas an seorang atlet itu pendek, namun pengalaman olahraga dapat digunakan untuk membuka kesempatan-kesempatan baru untuk masa depan yang lebih cerah. Melalui prestasi pencak silat, mereka bisa mendapatkan peluang meraih kehidupan yang lebih baik, misalnya mendapatkan beasiswa pendidikan, bonus, atau kesempatan untuk bertanding melihat kota-kota lain selain kampung halaman. Pada saat ini kegiatan yang ketiga ini masih dalam tahap penggodokan materi. Rencananya, juga akan dibuat sebuah buku modul khusus untuk atlet pencak silat remaja. Pelatihan mental skills semacam ini seharusnya menjadi sebuah kegiatan yang tak terpisahkan dalam latihan, karena pengalaman olahraga tidak semata-mata akan juga menghasilkan karakter unggul. Karakter psikologis yang unggul akan terbentuk bila atlet yang melakukan latihan juga terpapar pada edukasi mengenai mencapai prestasi olahraga dengan menguasai mental skills yang dibutuhkan Ketika menghadapi berbagai tantangan. Tantangan inilah yang juga dapat menjadi sebuah bekal ketika mereka pension dari atlet dan terjun di masyarakat. Kegiatan pengabdian masyarakat ini diharapkan akan memberikan pengetahuan fundamental tersebut meskipun hanya sekelumit.

Leave a Reply