Menunggu Implementasi DBON untuk Indonesia Emas 2045

0 Comments

2974Menpora-Amali-Tekankan-Pentingnya-Kolaborasi-untuk-Sukseskan-DBONsh

 

“Kami waktunya sudah sangat pendek, kami akan mulai implementasi DBON di tahun ajaran baru bulan Juli tahun 2022. Tapi kita harus siapkan dari sekarang,” jelasnya. Menpora Amali merasa yakin implementasi DBON bersama dengan perguruan tinggi ia nilai akan berjalan baik, terjaga dan efektif (www.tribunnews.com). Kabar gembira yang termuat di berita Nasional.

 

Gerak cepat kementerian Olahraga mempersiapkan DBON sudah semakin massif disosialisasikan di berbagai pertemuan penting dan kunjungan ke perguruan tinggi, Langkah yang baik bagi pembinaan atlet di Indonesia untu menyambut Indonesia emas 2045. Saya sebagai salah bagian dunia Olahraga di kampus masih mengalami keraguan keterlaksanaan program ini bisa berkelanjutan. Keraguan ini terjadi karena beberapa hal yang belum ada atau masih disiapkan. Belum adanya panduan tertulis, pelaksanaan DBON, peranan perguruan tinggi belum tertulis secara jelas, sumber daya manusia di manajemen Kepelatihan yang belum terintegrasi dengan baik.

 

Undang-undang (UU) Nomor 11 Tahun 2022 tentang Keolahragaan Nasional telah disahkan oleh DPR pada tanggal 16 Maret 2022, UU ini menggantikan UU No. 3 tahun 2005. Pemerintah sebelumnya telah menerbitkan  Peraturan Presiden (PERPRES) tentang Desain Besar Olahraga Nasional Nomor 86 Tahun 2021. Interprestasi kedua aturan ini masih sangat jarang didiskusikan di kalangan akademisi, praktisi dan penikmat Olahraga di dalam negeri. Hal sangat disayangkan belum ada petunjuk tertulis pelaksanaan DBON yang secara sistematis dan holistik. Pemerintah diberbagai kesempatan memaparkan bahwa kunci dari DBON adalah Sport Science di Fakultas Ilmu Keolahragaan di perguruan tinggi, akan tetapi hanya sebatas kumpulan berita di media online atau offline. Bentuk implementasinya seperti apa masih menjadi pertanyaan besar?

 

Kedua aturan pemerintah ini masih belum bisa dijadikan acuan pelaksanaan pembinaan atlet mahasiswa di perguruan tinggi, karena belum ada pasal atau ayat yang secara jelas mempertegas pola pembinaan atlet melalui perguruan tinggi sebagai pusat pembinaan atlet. Sebelum adanya DBON, pemerintah membuat PP tentang Program Indonesia Emas (PRIMA), didalamnya ada pemetaan pusat unggulan Olahraga yang berpusat di perguruan tinggi (PPLM). Program ini sudah berjalan dengan baik, perguruan tinggi diberikan peran yang strategis untuk pembinaan Olahraga prestasi. Akan tetapi PP ini telah dihapus oleh pemerintah yang mereka anggap sebagai sebuah keberhasilan.

 

Perguruan tinggi belum mampu melahirkan konsep pembinaan Olahraga prestasi yang berkesinambungan dan terkonsep dengan baik, Latihan atlet mahasiswa masih terpusat di unit kegiatan mahasiswa atau di klub Olahraga kampus. Pertandingan antar mahasiswa masih sebatas kegiatan untuk pemenuhan indikator kerja utama, masih belum ada liga/event yang menjadi penghubung antara atlet mahasiswa ke jenjang atlet professional.  Kolaborasi akademisi dan praktisi masih sangat sulit dilakukan untuk pembinaan atlet mahasiswa di perguruan tinggi, akademisi sibuk mengejar indeksasi artikel, praktisi sibuk melatih untuk mengumpulkan medali.

 

Saya sebagai penonton olahraga sangat berharap pemerintah dan perguruan tinggi duduk bersama untuk membuat konsep dan model pembinaan atlet melalui jalur sekolah dan perguruan tinggi. Perguruan tinggi yang mempunyai Fakultas Ilmu Keolahragaan bisa dijadikan percontohan untuk pembinaan atlet mahasiswa, tentunya pembinaan harus didukung oleh stake holder terkait. Kementerian Olahraga, Kementerian Pendidikan dan NGO seperti KONI dan BAPOMI. Langkah sederhana yang bisa diambil pemerintah dengan memberikan beasiswa bagi atlet potensial untuk kuliah di perguruan tinggi yang telah dipetakan pemerintah sebagai pusat pembinaan prestasi Olahraga. Perguruan tinggi Menyusun program pembinaan atlet bagi mahasiswa yang mempunyai talenta di bidang Olahraga, misalnya mahasiswa yang mempunyai prestasi Olahraga diberikan kebebasan untuk Menyusun KRS perkuliahan sesuai aktivitas Latihan dan kejuaraan yang diikuti. KONI dan BAPOMI menyelenggarakan LIGA berjenjang antar mahasiswa yang terkoneksi dengan LIGA Profesional, agar potensi mahasiswa tidak stagnan pada masa mahasiswa.

 

Olahraga mengajarkan kita untuk saling bekerjasama untuk memperoleh kemenangan, akan tetapi antar kementerian dan asosiasi masih sangat sulit menerapkan hal ini, kedepan untuk indonesa emas 2045, sudah saatnya saling bergotong royong untuk Olahraga Indonesia lebih baik.

Oleh: Taufik (Penonton Olahraga)


Leave a Reply

%d bloggers like this: