Let’S Move: upaya perang melawan obesitas

0 Comments

Dikutip dari laporan unicef.org/indonesia, Jumlah orang dewasa dengan berat badan berlebih di Indonesia telah berlipat ganda selama dua dekade terakhir * kata WHO dan UNICEF 04 maret 2021, sekaligus menyerukan tindakan segera untuk meningkatkan undang-undang, kebijakan dan peraturan untuk mengekang ketersediaan makanan dan minuman yang tidak sehat. Tingkat obesitas di Indonesia meningkat pesat baik di rumah tangga kaya maupun miskin karena mereka beralih dari pola makan tradisional ke produk olahan yang seringkali lebih tinggi lemak dan gula, dan lebih murah daripada makanan sehat.

Orang yang tinggal di daerah perkotaan lebih cenderung kelebihan berat badan karena akses ke makanan olahan lebih mudah. Kehidupan di wilayah urban juga dikaitkan dengan gaya hidup yang lebih banyak duduk, terutama di kalangan perempuan dan anak perempuan, apalagi pada saat pandemi covid seperti saat ini yang memaksa melakukan pekerjaan dengan berada dibalik layar selama seharian. karena infrastruktur yang tidak memadai seperti trotoar sempit dan kurangnya taman, yang membatasi kesempatan untuk berolahraga.

Para wanita karir yang mengalami obesitas dan memiliki pola aktifitas fisik kurang jamak terjadi diwilayah perkotaan, tidak terkecuali untuk para wanita yang bekerja pada universitas, baik dosen maupun tenaga kependidikan. Universitas negeri malang yang merupakan salah satu kampus ternama di Indonesia memiliki problem yang serupa, kegiatan bekerja dari rumah (WFH) menjadi alasan alternatif untuk memperbolehkan tubuh menjadi obesitas.

Dosen Fakultas Ilmu Keolahragaan, Taufik, S.Pd., M.Or yang merupkan ahli dalam aktifitas fisik memberikan sattu terobosan terhadap para kolega yang berada di Universitas Negeri Malang. Beliau dan tim dari Performance Laboratory membuat kegiatan bertajuk “Lets Move”. Kegiatan tersebut merupakan fasilitasi aktivitas fisik bagiDosen dan Pegawai dilingkungan UM malang yang mengalami obesitas.

Kegiatan lets move dilakukan selama dua bulan dimulai pada pertengahan bulan agustus dampai pada pertengahan bulan november. Kegiatan latihan dilakukan dengan frekuensi 3 kali seminggu dan berdurasi 1-2 jam tiap pertemuanya. Dalam kegiatan tersebut dilakukan latihan fisik mulai dengan latihan pemanasan, weight training, HIIT sampai dengan metodee latihan body combat. Rancangan latihan disusun agar supaya para klien tetap semangat dan tidak bosan dalam mengikuti program.

Hasil dari kegiatan Lest Move tersebut sangat terbukti secara praksis sangat efektif dalam menurunkan kadar lemak, dari 15 peserta pelatihan dengan jumlah 10 perem[uan dan 5 laki-laki berhasil menunjukkkan rerata penurunan kadar lemak sebesar kurang lebih 3 persen. Dengan hasil yang signifikan tersebut diharapkan dapat memberikan motifasi kepada para peserta untuk terus melakukan olahraga diluar kegiatan lt move dan memberikan gambaran kepada rekan sejawat lain di Universitas Negeri Malang yang mengalami obesitas untuk melakukan latihan.

By: Admin


Leave a Reply

%d bloggers like this: