Kompetisi Mengembangkan Potensi

0 Comments

81c4374b5816b7441846b02fb503c835

Disadari atau tidak semua orang pasti berkompetisi, entah berkompetisi dengan orang lain atau dengan dirinya sendiri, walaupun tidak semua orang menyukai berkompetisi. Akan tetapi jika tidak ada kompetisi maka kita tidak akan melihat kemajuan potensi yang kita miliki.

 

Adanya kompetisi memang sangat perlu dilaksanakan/diadakan, sisi positif yang diambil adalah selain melihat sejauh mana kemampuan yang dimiliki, juga menjadikan sebuah pribadi yang akan terus belajar. Sisi negatifnya adalah ada beberapa individu yang memiliki ekspetasi yang tinggi tetapi tidak ingin mengembangkan apa yang telah dimilikinya. Saya memahami bahwa adanya kompetisi bisa membuat kurang bersyukur dan terus merasa tidak cukup, hingga akhirnya bisa menjadi depresi dan termakan dengan ego untuk terus mencapai apa yang diinginkan. Kita boleh berkompetisi, bermimpi besar, tapi sebaiknya jangan berekspektasi yang terlalu tinggi, kita harus tahu sampai batas mana bisa berkompetisi, proses yang dijalani tlah dilaksanakan dengan benar atau tidak. Jangan sampai kita berkompetisi diluar kemampuan hingga bisa berkahir kecewa dan kehilangan semuanya. Jika berkompetisi hanya sekedar untuk memenuhi ego berujung pada hal yang tidak baik buat apa?

 

Berdiskusi tentang kompetisi, hal ini menjadi PR besar di cabang olahrga (cabor) saya yaitu cabor futsal, bisa saya katakan bahwa kompetisi futsal yang baik, “sehat”, dan berkesinambungan tidak terlaksana, akhirnya bepengaruh kepada potensi para pemain yang memiliki kemampuan serta kemauan dibidang futsal, tidak memiliki wadah yang tepat untuk terus mengasah dan menguji potensi yang dimiliki. Jika masalah ini terus menerus bertahan hingga bertahun-tahun maka dapat dipastikan potensi para pemain ini akan tenggelam dengan sendirinya. Bukan berarti tidak ada sama sekali kompetisi, ada kompetisi tetapi penyelenggaraanya tidak “sehat”, kompetisi dengan jangka waktu pendek, waktu istirahat yang tidak cukup, kualitas pertandingan juga tidak dapat dipertontonkan dengan baik.

 

Kompetisi tidak mampu berdiri sendiri, kompetisi harus berbarengan dengan kolaborasi, mengapa harus berkolaborasi? Bukankah kompetisi dan kolaborasi adalah dua hal yang berbeda? Memang iya, kompetisi dan kolaborasi adalah dua hal yang berbeda tetapi saling bersinergi untuk membentuk kompetisi yang sehat. Siapa dan dengan siapa yang harus berkolaborasi dan akhirnya mampu membentuk kompetisi yang sehat?. Para praktisi futsal yang berkompeten dibidangnya berkolaborasi dengan para akademisi yang berkompeten dibidangnya, jika berkolaborasi dan mampu berjalan beriringan serta bersinergi maka kompetisi yang “sehat” akan terbentuk dan terlaksana.

 

Oleh: (Eboy – Founder Kuantanamo Futsal Academy & penyeduh kopi)


Leave a Reply

%d bloggers like this: