Kesuksesan Sirkuit Mandalika, Klub Raksasa IBL Sampai Juara Paruh Musim Pro Liga 2022 Dibalik Lilitan Hutang Ratusan Trilyun Pertamina

0 Comments

Pertamina merupakan salah satu perusahaan BUMN yang memonopoli dunia minyak, gas dan panas bumi di indonesia. Pada 10 Desember 1957, perusahaan tersebut berubah nama menjadi PT Perusahaan Minyak Nasional, disingkat PERTAMINA. Tanggal ini diperingati sebagai lahirnya Pertamina hingga saat ini. Pada 1960, PT Permina berubah status menjadi Perusahaan Negara (PN) Permina. Kemudian, PN Permina bergabung dengan PN Pertamin menjadi PN Pertambangan Minyak dan Gas Bumi Negara (Pertamina) pada 20 Agustus 1968. Selanjutnya, melalui UU No.8 tahun 1971, pemerintah mengatur peran Pertamina untuk menghasilkan dan mengolah migas dari ladang-ladang minyak serta menyediakan kebutuhan bahan bakar dan gas di Indonesia. Kemudian melalui UU No.22 tahun 2001, pemerintah mengubah kedudukan Pertamina sehingga penyelenggaraan Public Service Obligation (PSO) dilakukan melalui kegiatan usaha.

Perusahaan ini memproduksi banyak komoditas seperti bahan bakar, minyak tanah, LPG (Bahan bakar gas cair), LNG (Gas bumi cair), dan petrokimia. Pertamina adalah produsen minyak mentah terbesar kedua di Indonesia setelah Chevron Pacific Indonesia (merupakan anak perusahaan yang sepenuhnya dimiliki oleh Chevron Amerika, salah satu perusahaan energi terintegrasi terkemuka di dunia). Saat ini, Pertamina memiliki enam kilang minyak di Indonesia yang memiliki kapasitas produksi gabungan sebesar satu juta barel minyak per hari (bph). 

Pertamina sebagai salah satu unit bisnis negara ber plat merah memiliki lebih dari 20 anak perusahaan, mulai perusahaan eksplorasi, eksploitasi hasil bumi Indonesia yang berupa minyak, gas, dan panas bumi, pertamina juga memiliki anak perusahaan yang bergerak pada bidang pelayaran internasional, serta bidang teknologi pemeliharaan dan perbaikan kapal.

Dibalik besarnya pertamina dengan unit bisnisnya, sudah barang tentu pendapatan pertamina juga berbanding lurus. Tetapi hal tersebut bak sebuah ironi mengingat jumlah hutang pertamina cukup mencengangkan. Seperti dilansir pada tirto.id pada September 2020 yang mengutip pernyataan ahok (direksi utama) Pertamina bahawa jumlah hutang pertamina menyentuh angka 16 miliyar dollar US atau setara Rp237,6 triliun (kurs Rp14.850 per dolar AS pada saat itu). Hal senada dikutip dari detik.com pada september 2020 mengatakan Berdasarkan Laporan Keuangan Pertamina per 30 Juni 2020 yang belum diaudit, perusahaan memiliki utang sebesar US$40,56 miliar atau setara Rp602,43 triliun. Jumlah utang naik 13,1 persen dari US$35,86 miliar pada 31 Desember 2019.

Dibalik cerita hutang dan monopoli perusahaan migas tersebut, terselip kepedulian pertamina terhadap kemajuan olahraga di indonesia. Salah satu fakta nya adalah dibangunya Pertamina Mandalika International Street Circuit mulai akhir 2018, pembangunan sirkuit bapalapan tersebut ditandai dengan  penandatanganan MoU antara ITDC dengan Roadgrip Motorsports.November 2017, Vinci Grand Construction Projects menandatangani kontrak pembangunan sirkuit MotoGP di Kawasan Ekonomi Khusus Mandalika, Lombok. Terobosan yang sangat berani dari pemerintah indonesia mengingat kondisi ekonomi pada saat itu yang masih tergolong kurang baik. Tetepi dengan adanya pembangunan sirkuit yang didukung penuh oleh pertamina tersebut diharapkan mampu memberikan multiplier effect bagi pemulihan ekonomi daerah dan nasional. Sekaligus menjadi peluang penetrasi pasar global yang luas bagi perusahaan, produk-produk BUMN dan UMKM. Selain itu, dukungan Pertamina dalam Pertamina Mandalika Street Circuit dan MotoGP di Indonesia diharapkan dapat membawa angin segar untuk meningkatkan potensi pariwisata, serta merupakan realisasi atas komitmen Pertamina, maupun BUMN untuk membawa International Motorsport ke Indonesia. Hal tersebut diharapkan mampu membuka peluang dalam pengembangan bisnis pada skala global untuk mendukung pertumbuhan ekonomi nasional di masa mendatang.

Disamping dukungan terhadap sirkuit mandalika dan intrik dibalik pembangunanya permatima juga peduli terhadap olahraga lain yang cukup populer di indonesia, yaitu basket dan bolavoli. Tidak tanggung tanggung pertamina mengeluarkan dua tim bolavoli pada gelaran pro liga 2022, tim putra dan tim putri. Pada cabang olahraga bola basket tim pertamina yang bernama Satria Muda Pertamina, pertamina resmi mensponsori klub satria muda mulai tahun 2015. Sejak saat itu satria muda berhasil menjadi kampiun sebanyak dua kali, yakni pada tahun 2018 dan tahun 2021, serta menjadi runner up pada tahun 2017 dan 2019. Pada gelaran IBL tahun ini Satria Muda Pertamina masih bercokol dipucuk klasmen grup red division dibayang-bayangi oleh west bandits solo.

Seperti yang dikutip dari pertamina.com, Vice President Corporate Conmunication Pertamina, Fajriyah Usman mengatakan bahwa  Satria Muda Pertamina  menjadi salah satu ikon yang bisa mengangkat  branding MyPertamina. “Kami mendukung perkembangan basket nasional karena ini merupakan salah satu cabang olahraga yang digandrungi kaum muda dan bisa diselaraskan dengan aplikasi MyPertamina sebagai platform digital yang digulirkan perusahaan untuk kemudahan konsumen muda bertransaksi secara cashless dalam membeli beragam produk Pertamina,” jelasnya.

Selain kesuksesan mensponsori klub raksasa IBL, pertamina sebagai perusahaan BUMN juga konsen pada cabang olahraga bolavoli, mengusung nama Jakarta Pertamina Fastron (JPF) untuk tim putri dan Jakarta Pertamina Pertamax (JPX) untuk tim putra. Jakarta Pertamina Fastron (JPF) berhasil menjadi tim terkuat pada putaran pertama proliga 2022 kali ini dengan memperoleh empat kemenangan dari empat pertandingan. Sebuah pencapaian yang luar biasa mengingat kemenangan tersebut dicapai dengan kemenangan set 3-0 sebanyak dua pertandingan dan kemenangan 3-1 sebanyak dua pertandingan dengan mengemas poin sempurna 12. Pasa sektor putra tim JJakarta Pertamina Pertamax (JPX) yang di gawangi oleh Jasen Natanael Kilant pada setter dan beberapa pemain muda lainya yang menjadi harapan tim nasional bolavoli indonesia,  jpx juga diperkuat dua pemain asing. Tim yang di komandoi oleh Pascal Wilmar ini berhasil menjadi kampiun paruh pertama pro liga 2022 yang pada pertandingan terahir berhasil menumbangkan juara bertahan bayangkara samator dengan 5 set. Dari total lima pertandingan JPX berhasil mengemas kemanangan sebanyak empat kali.

Kepedulian Pertamina sebagai salah satu BUMN terbesar di Indonesia terhadap perkembangan olahraga layak mendapatkan apresiasi. Dengan adanya dukungan dari perusahaan besar diharapkan olahraga indonesia akan mampu untuk bersaing di dunia industri olahraga yang berkembang sangat pesat dewasa ini. Pembiayaan event olehraga yang tidak sedikit sangat memerlukan dukungan dari berbagai pihak salah satunya dalah BUMN. Semoga olahraga di Indonesia akan semakin maju dan berkembang dan yang paling utama adalah bisa berbicara banyak dalam gelaran-gelaran yang bersifat internasional. Maju terus olahraga Indonesia. Salam Olahraga.! Jaya.!

oleh : N.R. Fadhli (Pelatih Eklek)


Leave a Reply

%d bloggers like this: