Harapan jangka panjang dibalik kemeriahan Pro Liga bolavoli 2022

0 Comments

Gelaran turnamen bolavoli paling meriah dan paling mahal se-Indonesia sudah digelar secara buble di GOR Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul. PLN Mobile PROLIGA 2022, begitulah tajuk gelaran bolavoli ter-akbar tahun ini. Gelaran tahun ini cukup menarik perhatian, selain diadakan dengan protokol kesehatan yang ketat (buble) setiap pertandingan juga ditayangkan melalui beberapa platform penyiaran yang anti mainstrem, yaitu melalui Vidio.com, O Chanel dan Champions TV, hal ini sangat sesuai dengan perkembangan teknologi saat ini, dimana semua orang akan mudah mengakses tayangannya melalui gawai yang selalu menemani kehidupan masyarakat era modern saat ini. 

BUMN, Bank Nasional, perusahaan swasta sampai Presiden Republik Indonesia ke lima (Susilo Bambang Yudhoyono) ambil bagian dalam gelaran PLN Mobile PROLIGA 2022 ini, hal tersebut tentu menambah semarak gelaran even ini. Pemain-pemain level wahid nasional juga turut serta untuk “baku smash” di GOR Padepokan Voli Jenderal Polisi Kunarto, Sentul. Selain pemain yang sudah “wira-wiri” digelaran tahun-tahun sebelumnya juga muncul beberapa nama baru yang hadir, baik sektor putra maupun sektor putri. Hal ini tentunya menambah asa pecinta bolavoli akan prestasi bolavoli nasional kedepan.

Prestasi bolavoli Indonesia baik secara De Facto maupun De Jure sangat cemerlang pada kawasan asia tenggara, hal tersebut terbukti dengan diraihnya juara 1 tim putra dan pada ASEAN GAMES 2019 di Manila serta juara 3 untuk tim putri setelah mengalahkan tuan rumah Filipina. Prestasi tersebut tentunya tidak luput dari proses pembinaan yang dilakukan oleh asosiasi bolavoli di indonesia (PBVSI). Proses pembinaan yang berjenjang dan simultan menjadi kunci suksesnya tim bolavoli nasional. Walaupun masih kurang dari sisi konsep kurikulum dan filosofi latihan. Hal tersebut jika kita berkaca dari cabor lain, ambil contoh sepak bola, PSSI memiliki dasar filosofi pembinaan yang mereka sebut FILANESIA serta panduan pembinaan level grassrots.

Berbicara tentang pembinaan, terlebih dahulu kita harus bicara terkait dengan pemasalan dan pembudayaan. Dalam dunia bolavoli, level pemasalan dan pembudayaan sudah terlewat, saat ini seharusnya lebih menfokuskan pada pembinaan jangka pendek maupun jangka panjang. Proses pembinaan yang paling efektif saat ini adalah dengan turnamen yang berkelanjutan. Turnamen usia dini atau biasa disebut level grrassroots dinamakan “festival”. Secara terminologi, festival berasal dari bahasa latin “festa” yang bermakna pesta, umumnya berarti pesta besar atau acara meriah yang diadakan dalam rangka memperingati sesuatu. Dalam hal ini anak-anak berpesta untuk melakukan aktivitas bolavoli dengan teman-teman sebaya dan berasal dari lingkungan yang berbeda. Nuansa “pesta” untuk anak-anak usia dini tersebutlah yang akan memberikan dampak dalam proses pembinaan olahraga bolavoli.

Pembinaan level grassroots dalam olahraga bolavolisaat ini masih sangat kurang, jika dibandingkan dengan olahraga populer lainya, sepak bola memiliki ribuan bahkan jutaan SSB diseluruh indonesia, bahkan lam satu kota saja ada puluhan SSB, bagaimana dengan bolavoli? Saat ini bolavoli meriah dan berkembang di daerah-daerah tertentu. Ada derah yang sangat “gila” dengan bolavoli, ada juga daerah yang kurang “greget dengan bolavoli. Terobosan proliga menggandeng beberapa platform penyiaran diharapkan dapat mendongkrak antusiasme masyarakat akan olahraga bolavoli. Sehingga geliat pembinaan bolavoli level grassroots bisa meningkat. Belum ada data khusus yang melaporkan jumlah pemirsa setiap pertandingan proliga dan dibandingkan dengan jumlah pemirsa IBL ataupun liga sepakbola nasional. Semoga kedepan olahraga bolavoli bisa menjadi lebih baik dan bisa membawa generasi bangsa indonesia menjadi generasi yang madani. Salam.

Oleh : N.R. Fadhli (pelatih engklek)


Leave a Reply

%d bloggers like this: