Evaluasi Latihan Fisik Judo

Evaluasi Latihan Fisik Judo

INSTRUMEN EVALUASI LATIHAN FISIK JUDO

1. Kekuatan Otot Lengan

Nama tes : Push up
Tujuan : Untuk mengukur kekuatan otot lengan dan bahu.
Alat yang digunakan :
1. Stopwatch
2. Alat tulis
3. Formulir tes
4. Lapangan datar
5. Matras

Prosedur pelaksanaan:
1. Ambil sikap telungkup, kepala, punggung, dan kaki lurus
2. Kedua telapak tangan bertumpu dilantai disamping dada, jari-jari tangan kedepan
3. Kedua telapak kaki bertumpu dilantai
4. Dalam sikap telungkup tekuk siku sampai membentuk sudut 45 derajat, posisi kepala, perut, dan tungkai bawah terangkat
5. Dari sikap telungkup, angkat tubuh dengan meluruskan kedua tangan, kemudian turunkan lagi tubuh dengan menekuk siku sampai membentuk sudut 45 derajat
6. Setiap kali mengangkat dan menurunkan badan, kepala, punggung, dan tungkai bawah tetap lurus. Setiap kali tubuh terangkat dihitung sekali.

Penilaian :
1. Hanya pelaksanaan yang betul yang dihitung
2. Pelaksanaan push up dilakukan selama 1 menit.

Norma tes :

Skor Push up putra Kriteria Push up putri
5 >38 Sempurna >21
4 29-37 Baik sekali 16-20
3 20-28 Baik 10-15
2 12-19 Cukup 5-9
1 4-11 Kurang 1-4

 

2. Daya Ledak Otot LenganNama tes : Two hand medicine ball put
Tujuan tes : Untuk mengukur daya ledak otot lengan dan bahu.
Alat yang digunakan :
1. Bola medisin seberat 2,7216 kg (6 pound)
2. Kapur atau isolasi berwarna
3. Dinding
4. Alat ukur atau rol meter

Prosedur pelaksanaan :

  1. Testi duduk menempel di dinding dengan punggung tegak
  2. Testi memegang bola medisin dengan dua tangan, didepan dada dan dibawah dagu
  3. Testi mendorong bola jauh kedepan sejauh mungkin, punggung tetap menempel di dinding, ketika mendorong bola, tubuh testi harus menempel di dinding
  4. Testi melakukan ulangan sebanyak tiga kali
  5. Sebelum melakukan tes, testi boleh melakukannya sekali.

Penilaian :
1. Jarak diukur dari tempat jatuhnya bola hingga dinding
2. Nilai yang diperoleh adalah jarak yang terjauh dari ketiga ulangan yang dilakukan.

Norma tes :

Rentang skor Kriteria
>4,04 Sempurna
3,52 – 4,03 Sangat baik
2,92 – 3,51 Baik
2,38 – 2,94 Cukup
1,81 – 2,37 Kurang

 

3. Kekuatan Otot Tungkai

Nama tes : Squat
Tujuan : Mengukur kekuatan otot tungkai.
Alat yang digunakan : Matras

Prosedur pelaksanaan :

  1. Posisikan tubuh dengan berdiri dan membuka kaki sebatas bahu
  2. Posisi lengan lurus kedepan
  3. Tekuk lutut anda dan taruh tumpuan pada bagian tumit, serta bawa tubuh anda turun lurus kebawah sampai membentuk sudut 90 derajat
  4. Pertahankan kepala dan dada anda tetap menghadap kedepan
  5. Perhatian : lutut anda tidak boleh lebih maju dibandingkan ujung kaki
  6. Angkat tubuh anda dengan menggunakan kekuatan otot paha hingga anda berada pada posisi semula
  7. Ulangi gerakan tersebut selama 30 detik.

Norma tes:

Jumlah

Nilai

Kategori

< 50 kali

5

Sangat Baik

45 – 49 kali

4

Baik

35 – 39 kali

3

Sedang

25 – 29 kali

2

Kurang

15 – 24 kali

1

Kurang Sekali

 

4. Fleksibilitas

Nama tes : Statis fleksibilitas bahu dan pergelangan tangan.

Tujuan : Untuk mengetahui kemampuan fleksibilitas bahu dan pergelangan tangan.

Alat yang digunakan : Lantai datar, penggaris atau tongkat, dan meteran berskala dalam satuan Cm.

Prosedur pelaksanaan :
1. Berbaring tengkurap di lantai dengan ke dua tangan diluruskan memegang sebuah tongkat
2. Naikkan tongkat setinggi mungkin, wajah mengikuti gerakan tongkat
3. Ukur jarak naiknya tongkat dari lantai .jarak terpendek adalah ½ inci
4. Ulangi sebanyak tiga kali dan catat jarak terbaik.

Penilaian : Tiga kali kesempatan dan di ambil jarak terbaik.

Norma tes :

Laki-laki Kategori Perempuan
>12.50 Sempurna >11.75
12.50 – 11.50 baik 11.75 – 10.75
11.49 – 8.25 cukup 10.74 – 7.50
8.24 – 6.00 kurang 7.49 – 5.50
<6.0 buruk <5.50

 

5. Keseimbangan

Nama tes : Standing stork
Tujuan : Mengukur keseimbangan statis.
Alat yang digunakan : Stopwatch.

Prosedur pelaksanaan :

  1. Berdiri dengan nyaman pada kedua kaki
  2. Letakkan kedua tangan pada pinggang
  3. Angkat satu tungkai dengan menyandarkan jari jari kaki pada knee sisi kontralateral
  4. Kemudian kaki yang menumpu berjinjit
  5. Asisten menjalankan stopwatch
  6. Pertahankan posisi tersebut selama mungkin tanpa tumit menyentuh lantai atau kaki bergeser diatas patella
  7. Asisten mencatat waktu yang dicapai selama mempertahankan keseimbangan
  8. Hasilnya dicocokkan dengan norma standing stork test

Penilaian : Waktu yang terlama dalam mempertahankan keseimbangan merupakan wakt yang digunakan untuk menilai keseimbangan testi, waktu dicatat dalam detik dimulai dari saat testi mengangkat tumit sampai mulai kehilangan keseimbangannya.

Norma tes :

Rating Score (seconds)
Excelled >50
Good 40-50
Average 25-39
Fair 10-24
Poor <10

 

6. Daya tahan kardiovaskular (VO2Max)
Nama tes : Bleep test
Tujuan : Untuk mengukur daya tahan kardiovaskuler VO2 maksimal.
Alat yang digunakan :

  1. Irama untuk lari bolak balik
  2. Mesin pemutar kaset (tape recorder)
  3. Lintasan lari jarak 20 meter pada permukaan datar rata dan tidak licin
  4. Stopwatch
  5. Kerucut pembatas
  6. Fomulir tes dan alat tulis

Prosedur pelaksanaan :
1. Lari ke arah ujung/akhir yang berlawanan dan sentuhkan satu kaki di belakang garis batas pada saat terdengar bunyi “ tuut”
2. Apabila telah sampai sebelum bunyi “tuut” harus bertumpu pada titik putar menanti bunyi kemudian lari ke arah yang berlawanan agar dapat mencapai tepat pada saat tanda berikutnya bunyi
3. Kecepatan lari harus semakin bertambah cepat, karena waktu akan semakin pendek
4. Harus mencapai garis ujung pada waktu yang ditentukan
5. Gerakan balikan yaitu berputar bukan membuat belokan karena akan memakan waktu lebih banyak
6. Panitia harus memberhentikan peserta apabila peserta tertinggal tanda bunyi “tuut” dua kali, lebih dari dua langkah di belakang garis ujung.

Penilaian : Catat level dan lari terakhir yang dapat dilakukan atau diselesaikan oleh peserta lalu dikonversikan ke dalam norma untuk dapat di ketahui prediksi kemampuan aerobiknya.

Norma tes :
http://bit.ly/normableeptest